FORKAMMI

Forum Komunikasi Musholla Masjid Cikarang Raya

RUANG IKLAN

Kajian Rutin Ummahat MT. AZZAHRO Bab Thoharoh

No Comments Share:

KAJIAN RUTIN UMMAHAT MT. AZZAHRO
Masjid Jamie Mekar Indah

Kamis, 20 Desember 2018
Ust. Hasan Basri Al-Bantany
Tema : Bab Istinja (Bab Thoharoh)
Oleh : Three (Trihandajani Soekarno, trihandajanibagus@gmail.com)

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Mahrom ada 2 jenis, yaitu :
1. Mahrom Muabbad (abadi), adalah mahrom yang tidak boleh dinikahi selamanya.
– Bi nasab, karena keturunan. Di dalam QS An-Nisaa ayat 23, disebutkan ada 7 golongan yaitu : ibu kandung, anak kandung, bibi dari arah ayah dan ibu, nenek kandung, adik dan kakak kandung.
– Bi nikah, karena pernikahan yaitu mertua (walaupun sudah jadi mantan), anak tiri, ibu tiri, menantu (walaupu sudah mantan)
– Bi rodho’ah, karena persusuan, yaitu ibu yang menyusui, anak-anak kandung dari ibu yang menyusukan (maka ketika seorang ibu menyusui anak yany bukan anak kandungnya, ia harus melaporkannya).
2. Mahrom Muaqqot (sementara), adalah mahrom yang tidak boleh dinikahi pada kondisi tertentu saja dan jika kondisi ini hilang maka menjadi halal. Termasuk mahrom muaqqot yaitu : istri orang lain dan wanita yang sedang dalam masa iddah.

Thoharoh
Bab Istinja (bagian dari bab Thoharoh yang spesifik membahas soal membersihkan diri dari najis)

Wudhu dan tayamum adalah cara membersihkan diri dari hadast. Seseorang berhadast belum tentu ia bernajis. Sedangkan istinja adalah membersihkan diri (khusus) dari najis.

Hukum istinja adalah wajib. Istinja adalah membersihkan/mensucikan diri dari najis setelah membuang kotoran baik buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK). Kenapa kita perlua membahas tentang istinja ? Karena kita bersandar kepada hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA. Suatu saat Rosulullaah sedang melewati sebuah pekuburan. Di depan 2 buah kuburan Rosulullaah berhenti, beliau bersabda “aku mendengar di dalam kubur ini ada orang yang sedang disiksa”. Keduanya disiksa bukan karena dosa besar tapi karena dosa-dosa yang dianggap sepele. Yang satu disiksa, karena dia tidak pernah beristinja dari kencingnya. Yang satu lagi disiksa karena suka namimah/mengadu domba/profokasi. Jadi, pentingnya mempelajari masalah istinja karena ia bisa mendatangkan azab kubur.

Dari sayyidati ‘Aisyah, Rosulullaah bersabda “apabila kalian beristinja (BAB), bagusnya kalian bawa 3 buah batu. Bersihkanlah dengan ke 3 batu tadi, dan ia akan mendapatkan (pahala)”. Ada keterangan tambahan bahwa setelah dibersihkan dengan batu, pada akhirnya tetap harus dibilas dengan air.

Tata Cara Beristinja
1. Dianjurkan ketika kita mau beristinja (BAB dan atau BAK) memakai sendal khusus untuk di toilet. Menurut penelitian di toilet ada sejenis cacing yang bisa masuk ke dalam sela-sela kaki dan cacing ini sangat berbahaya bagi kesehatan, yaitu radang otak, maka adalah benar jika memakai sendal khusus untuk di toilet.
2. Dilarang membawa segala sesuatu yang bertuliskan kalimat Alloh atau Rosulullaah.
3. Apabila dilakukan di alam terbuka, dilarang menghadap Kiblat atau membelakangi Kiblat. Bagaimana jika tertutup ? Ada ulama yang membolehkan, namun sebaiknya demi menjaga adab kepada Kiblat maka sebaiknya toilet di rumah kita tidak menghadap atau membelakangi Kiblat
4. Jika di tempat terbuka, pilih di tempat yang jauh, jangan dekat dengan keramaian. Supaya tidak nampak, tidak terdengar
dan terhirup baunya oleh orang lain.
5. Dilarang ngobrol/berkomunikasi/berkata-kata/menjawab pertanyaan. Bahkan tidak wajib menjawab salam.
6. Tidak boleh membaca Al-Qur’an atau sholawat
(atau muroja’ah).
7. Membaca doa sebelum memasuki toilet (dibacanya di luar, sebelum masuk ke dalam toilet. Doanya “Allohumma ini audzubika minal khubtsi wal khobaist” artinya “Aku berlindung dari godaan syetan dan kemaksiatan”).
8. Tidak boleh sambil merancang-rancang/planning/merencanakan sesuatu/bernyanyi-nyanyi. Awas! Merencanakan sesuatu ketika di dalam toilet, khawatir syetan ikut mempengaruhi. Tidak boleh berlama-lama di dalam toilet. Di toilet tidak boleh ada suara, harus senyap.
9. Tidak boleh mengencingi air yang menggenang.
10. Dilarang buang air besar atau air kecil di bawah pohon yang berbuah atau di jalanan yang biasa dilalui manusia. Rosulullaah bersabda “Takutlah kamu kepada orang-orang yang dilaknat, yaitu orang yang membuang kotoran (BAB dan BAK) di jalanan yang biasa dilalui oleh manusia atau di bawah pohon”.
11. Dilarang BAB dan BAK di bawah naungan (saung).
12. Bagi laki-laki ketika BAK dilarang berdiri (memang tidak ada pengharaman). Riwayat dari sayyidati ‘Aisyah “Rosulullaah tidak pernah buang air kecil dalam keadaan berdiri”. Sholat syah karena tiga hal : suci badan, suci tempat dan suci pakaiannya. Dengan cara BAK berdiri maka akan ada steam dari air kecil yang akan menempel di pakaian (mungkin tidak terlihat oleh mata) dan ini akan membuat tidak syahnya sholat. Maka yang paling aman adalah BAK dengan cara berkongkok.
13. Cara membersihkan setelah beristinja adalah dengan tangan kiri dan tidak boleh memakai telunjuk dan jempol, tapi menggunakan 3 jari.
14. Ketika beristinja disunnahkan menggunakan air secukupnya (berhemat dalam menggunakan air).
15. Dilarang untuk BAB dan BAK berduaan.
16. Diperbolehkan membersihkan dengan selain air tapi mempunyai sifat bisa membersihkan : tisssue, batu, kayu dll, tetapi dilarang menggunakan benda-benda yang licin : kaca, pisau, tulang. Juga terlarang menggunakan benda-benda yang berbahaya, dimuliakan atau yang bermanfaat.
Cara membersihkannya adalah dengan cara diusap satu kali dan ke satu arah saja (jadi jangan membersihkan dengan cara diulang-ulang/digosok-gosok).
17. Dilarang BAB dan BAK di lubang-lubang. Hati-hati, karena banyak orang kesurupan gara-gara BAK di lubang, kenapa ? Lubang adalah rumahnya jin. Riwayat Imam Muslim dan Tirmizi, sahabat Sa’ad bin Ubbadah tewas dibunuh oleh jin karena BAK di lubang.
18. Dilarang BAB dan BAK sambil makan/minum/merokok.

– Mohon diperhatikan terutama bagi ibu-ibu ketika berada di toilet-toilet umum untuk selalu berhati-hati dengan bagian bawah bajunya karena khawatir ada najis yang menempel. Sebaiknya menyiram dulu ruang toiletnya sebelum digunakan.

– Disunnahkan ketika kita BAK untuk memastikan menuntaskan, khususnya bagi laki-laki. Maka disunnahkan untuk berdehem sebanyak 3 kali sewaktu BAK agar tuntas, bersih dan tidak ada sisa yang menempel di celana/pakaian.

– Ketika berada di dalam toilet dilarang memandang langit-langit (hukumnya makruh) juga dilarang memandang kemaluan sendiri atau memandang ke arah kotoran.

– Doa setelah keluar dari toilet : “GhufroonaKal hamdu lillaahil ladzii adzhaba ‘annil adzaa wa ‘aafaani

– Sunnahnya ketika kita BAB, masukkan satu ruas jari ke dalam anus, untuk membersihkan kotoran, agar benar-benar suci/bersih. Jari yang dipakai adalah jari tengah, oleh karena itu sebaiknya kita tidak memelihara kuku panjang khususnya tangan kiri.

– Sehubungan dengan syarat syahnya sholat yang harus bersih tempat sholat, bagaimana jika ketika sholat tiba-tiba tempat sholat terkena najis (misal terkena kotoran cicak) ? Ustadz menjawab : “tidak apa-apa, hindari saja, lanjutkan saja sholatnya, karena ini di luar kesengajaan”

Hindari kucing ke tempat-tempat sholat. Kucing secara fisik, dia tidak bernajis, tapi karena kita ingin menjaga kesucian tempat sholat, maka sebaiknya kucing tidak diperbolehkan berada di tempat sholat. Karena kita tidak mengetahui apakah kaki/tubuhnya benar-benar bebas dari terkena najis. Juga sebaiknya kucing jangan dibiarkan berada di sofa-sofa atau dimana ia bisa membuang air kencingngnya di tempat yang tidak seharusnya, khawatir kita terkena najisnya.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Semoga bermanfaat.

Mencerdaskan Ummahat-Menyelamatkan Ummat”

Masjid Jamie Mekar Indah, Jl. Puspa 2, Komplek Mekar Indah, Cikarang Baru, Jababeka, Cikarang, Bekasi

Previous Article

Idul Fitri dan Kesadaran Beragama

Next Article

Pupuk Kebiasaan Sedekah, 212Mart Cikarang Baru Siapkan Sarapan Gratis

Artikel lain

Open chat
1
Assalamu'alaikum, silahkan chat disini