FORKAMMI

Forum Komunikasi Musholla Masjid Cikarang Raya

RUANG IKLAN

Ketua Bidang Ekonomi Forkammi Berikan Tips Cara Bekerjasama Membangun Usaha

No Comments Share:

Ketua bidang Forum Komunikasi Mushola Masjid (Forkammi) Cikarang Raya, H. Akhmad Ahyan memberikan tips mentor berbisnis dalam kuliah singkat di Whats group Pengusaha Forkammi pada kamis (13/2)berikut ulasannya.

Mentoring Bisnis :

Komponen penting dalam usaha adalah, Tempat, SDM, System, dan Modal.

Pada kesempatan ini saya mau bahas tentang MODAL.

Para pengusaha baik yg besar ataupun UKM akan mengangap bahwa modal adalah komponen sangat penting untuk menggerakkan roda bisnis.

Bisnis akan berjalan dengan lancar bila cukup modal.
Kenyataannya yang terjadi adalah banyak para pengusaha yg modalnya terbatas.

Bagaimana mengatasi bisnis yg modalnya terbatas?

Misalkan ada proyek pengadaan seragam kantor. Sebenarnya nggak terlalu besar sih proyek ini, cuma bikin 500 potong baju seragam karyawan.
Namun masalahnya modalnya nggak cukup untuk membiayai proyek tersebut.
Dasar perusahaan UKM yg modalnya cekak, tapi tetap pingin mengambil proyek tersebut bagai mana cara mengatasinya?

Ok,
Manusia secara fitroh dari nabi adam hingga sekarang memang nggak bisa hidup menyendiri. Buktinya Nabi Adam butuh bunda Siti Hawa sebagai teman hidup untuk saling membantu dan berkolaborasi.

Hidup bersama sama dan bersinergy lebih ringan dan lebih nyaman dan lebih mudah bisa neraih sukses. Dibanding hidup menyendiri.

Maka dalam kehidupan nyata setiap orang dituntut untuk bisa berkolaborasi, bekerjasama dg orang lain sehingga hidup jadi ringan.

Kembali ke Laptop,
Proyek seragam 500 potong sebenarnya kecil , bagi pengusaha yg modalnya besar, tapi bagi UKM yg modal cekak dan gak cukup untuk belanja bahan kain, maka perlu pihak lain yg mensuport modal untuk beli bahan.

Maka terjalinlah kerjasama antara pemilik modal dan pengelola proyek seragam.
Semua biaya akan disuplai oleh pemodal

Trus bagaimana supaya pemilik modal tertarik menyuntikkan dananya ke proyek tersebut?
Maka buatlah proposal bisnis.
Proposalnya sederhana saja.

Caranya ,
Buatlah perhitungan nilai proyek,
Misalkan :
jml. seragam 500 pcs
Harga jual Rp.150.000
Maka total omzet 150.000×500 = Rp.75 juta.

Belanja bahan
Misal 50.000 x 500 =Rp. 25 juta

Ongkos jahit
Misal 40.000 x 500 = Rp. 20. Juta

Ongkos lain lain operasional
Misal 5 juta

Total belanja bahan dan ongkos kerja :
25 jt + 20 jt + 5 jt = Rp.50 jt.

Tadi nilai omzet Rp.75.jt

Jadi Margin75jt-50jt = Rp. 25 jt.

Prosentase margin
25jt/75 jt X 100% = 33%
Mungkin kalau ada marketing freelance kurangi dulu 25% nya dari untung yg 33%
Maka jadilah margin besih

Penawaran ke investor atau pemodal

Bila bisnis sudah jelas untungnya maka semua investor akan mau membiayai proyek tersebut.

Caranya tawarkan bagi hasil ke investor

Misal yg lazim prosentase bagi hasil antara Pengelola : Investor misal 50:50 atau 60:40 atau 70:30

Tinggal tergantung kesepakatan antara keduanya,

Misal kita ambil contoh bagi hasil 60:40
Artinya nantinya pengelola akan mendapat bagian 60% dari keuntungan bersih
Dan investor (pemodal) mendapat bagian 40% dari keuntungan bersih.

Keuntungan bersih ini dihitung setelah semua biaya dikeluarkan (yaitu biaya blanja bahan, ongkos jahit, ongkos lain lain dan ongkos Fee marketing freelance kalau ada)

Maka itulah sinergy antara pemilik bisnis dg pemilik modal.

Semoga bermanfaat

Bung Yan

Ketua Bidang Ekonomi Forkammi

NB. Silahkan kembangkan sendiri nilai proyeknya, itu hanya contoh yg ringan biar mudah dipahami

Previous Article

Mentoring Bisnis Bidang Ekonomi Forkammi Ahyan : Berterima Kasih

Next Article

Inilah Program Masjid Baitul Ma’muur Telaga Sakinah Berbagi Nasi Berkah Jumat

Artikel lain

Open chat
1
Assalamu'alaikum, silahkan chat disini
Powered by