FORKAMMI

Forum Komunikasi Musholla Masjid Cikarang Raya

RUANG IKLAN

Pancasila Islam Tulen !

No Comments Share:

Membandingkan agama dengan idieologi hasil pemikiran manusia adalah cara pikir orang tak berbudi mungkin juga tak berakal.

Agama (aqidah samawi) awal datang membawa misi dan pesan kebaikan yang sempurna untuk kemaslahatan seluruh ummat manusia tapi iblis melalui keturunannya dari bangsa jin dan syaiton dari bangsa manusia menentangnya dengan cara membenturkan aqidah samawi itu dengan idelogi lain bahkan di halang-halangi “hakikat independensinya” untuk dipilih dan dijalankan atau di anut.

Apa iya Agama Tertentu (dugaan, jika Islam misalnya dimaksud) Musuh Pancasila? Mari kita tengok.

Sebagai muslim saya tidak tersinggung jika di nisbatkan pada Islam tudingan itu di alamatkan karena Pancasila itu sendiri adalah sari racikan dari Islam yang diramu pendiri NKRI yang mayoritas ulama walau telah bergeser sejak “isu piagam Jakarta”.

Sila pertama, Itu Islam Tulen !

Hanya Islam yang menegaskan Tuhan Itu Esa.

Tidak beranak dan tidak diperanakan. Maha Suci Allah dari sifat makhluknya.

QS Surah al Ikhlas :1 – Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

Ikhlas (Al-‘Ikhlāş):2 – Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Ikhlas (Al-‘Ikhlāş):3 – Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

Ikhlas (Al-‘Ikhlāş):4 – dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”

Sila kedua, itu nilai nilai Islam yang sangat luhur dan universal dan mampu menyesuaikan diri ditengah lingkungan dan kondisi apapun.

Islam memerintahkan jaga hak tetangga, adil dalam segala hal, jangan merendahkan orang lain, membunuh satu orang sama dengan membunuh seluruh umnat manusia, memotong hewan harus pakai pisau yang tajam, masak makanan ingat tetanggamu walau dia non muslim (dari seluruh uraian ini bahasa singkatnya kemanusiaan, dan keadilan yang beradab)

Kamar-kamar (Al-Ĥujurāt):13 – Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Jamuan (Al-Mā’idah):32 – Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Sila ke tiga, persatuan Indonesia itu perintah tertinggi di dalam Kitab Suci.

‘QS Āli `Imrān :103 – Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Sila ke empat, terletak pada kata Musyawarah Yang Bijaksana untuk kepepentingan oramg banyak bukan kepentingan kelompok dan golongan apalagi asing. Siapa yang salah dalam musyawarah mulia ini. Yang jelas yang mewakli rakyat dan yang diwakili juga. Kenapa ? Yang buta memilih yang tuli. Maka terjadi kegaduhan syaithan dari bangsa manusia itu untuk memanfaatkannya.

QS An-Nisā’ :59 – Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Esensinya terletak pada bahwa keadilan itu untuk semua orang atau seluruh rakyat.

Apa yang sedang terjadi?
Para penganut Agama (Aqidah) Samawi telah dijerumuskan oleh nafsu lalu dia menjadi hamba kekuasaan dan hamba kepentingan.

Haman adalah ilmuwaan terkemuka yang menghambakan dirinya pada kekuasaan Fira’un. Yang ironis adalah agamawan Bal’am Bin Ba’ura sebagai ulama terbaik ditengah Nabi Musa AS juga menjadi hamba kekuasaan akhirnya tersesat dan meninggalkan Nabi Musa .

Point kita adalah kerusakan agama samawi ini juga disebabkan oleh para ilmuwan cendekiawan yang melacurkan dirinya pada kekuasaan.

Maka Nabi Kita Yang Mulia mengingatkan : #Agama seseorang itu bergantung agama temannya , maka hendaklah seseorang memperhatikan dengan siapa dia bergaul.

Salam Hangat NKRI, sehangat “wedang uwuh #lexus”

Salam Fastabiqul Khairaat

Dari Sebuah Ruang Tunggu, 170219

Salahudin Gaffar
Ketua Tim Advokasi Forum Komunikasi Musholla dan Masjid Bekasai Raya (FORKAMMI)

Previous Article

MENGUKUR EFEKTIFITAS FATWA, MENUNGGU HADIRNYA NEGARA

Next Article

Mentoring Bisnis Bidang Ekonomi Ahyan : Selling Tools

Artikel lain

Open chat
1
Assalamu'alaikum, silahkan chat disini