FORKAMMI

Forum Komunikasi Musholla Masjid Cikarang Raya

RUANG IKLAN

Ketua Umum FORKAMMI Himbau Pemotongan Hewan Kurban Ikuti Protokol Kesehatan

No Comments Share:

Sebentar lagi kita akan memperingati Idul Adha 1441H, Ketua Umum Forum Komunikasi Mushola Masjid (Forkammi) , H.Imam Hambali menghimbau agar mushola dan masjid mengikuti protokol kesehatan.

“Kepada DKM-DKM mushola dan masjid agar tetap menjalankan kegiatan Idul Kurban dengan protokol kesehatan dan berkordinasi dengan RT dan RW setempat,” pesannya pada Selasa (20/7) .

Protokol kesehatan mengikuti
Maklumat Pemerintah
Surat Edaran Mentri Agama No. 18 Tahun 2020.

Berikut panduannya

Panduan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Wabah

(Tahun 1441 H/2020 M)

Penyelenggaraan penyembelihan hewan Kurban harus memenuhi syarat sebagai berikut:

☑️ Penerapan Jaga Jarak (Physical Distancing), meliputi :
1). Pemotongan hewan kurban dilakukan diarea yang memungkinkan penerapan jarak fisik.
2). Penyelenggara mengatur kepadatan dilokasi penyembelihan.
3). Pengaturan jarak antar panitia pada melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging.
4). Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh Panitia kerumah mustahik (penerima).

☑️ Penerapan Kebersihan Personal Panitia, meliputi :
1). Melakukan pengukuran suhu tubuh disetiap pintu masuk tempat penyembelihan.
2). Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan.
3). Panitia harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan.
4). Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer.
5). Panitia menghindari berjabat tangan/kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.
6). Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

☑️ Penerapan Kebersihan Alat, meliputi :
1). Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh area, dan peralatan sebelum dan sesudah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan.
2). Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

Previous Article

Waktu dan Kemerdekaan Dalam Kehidupan Manusia

Next Article

Masa PSBB Berakhir, Ketua Umum Forkammi Himbau Masjid dan Musholla Dibuka Kembali

Artikel lain

Open chat
1
Assalamu'alaikum, silahkan chat disini