FORKAMMI

Forum Komunikasi Musholla Masjid Cikarang Raya

RUANG IKLAN

Ayo Introspeksi Diri

No Comments Share:

Ahmad Kusmayadi
Ketua Bidang Pembinaan Generasi Muda FORKAMMI

Kondisi yang kita dapat melalui berbagai informasi, memang sungguh mencengangkan.

Mulai dari kriminalisasi ulama, rencana pembunuhan ulama dengan penusukan, orang bawa anjing ke masjid, imam masjid yang dibacok, jamaah sholat shubuh yang disiram air keras hingga matanya mengalami kerusakan.

Ada apa dengan negri ini?

Islam seolah sesuatu yang menakutkan, hingga orang islam yang penghafal Al Quran yang terlihat good looking saja harus diwaspadai sebagai penyebar faham radikalisme.

Ada apa ini?

Padahal Muslim mayoritas di negri ini. Tapi mengapa seolah tak berdaya menghadapi “Pembullyan” ini?

Mungkin kita perlu kiranya introspeksi diri kita. Pasti ada yang kurang dalam mengamalkan ajaran ini.

Dalam hal penguatan ideologi, memang banyak bertumbuh pesantren dan sekolah2 berbasis Islam.

Dalam hal politik, banyak juga partai2 dan wakil2 rakyat yang berasal dari partai yang berbasis masa Islam.

Dalam bidang Ekonomi, banyak bertumbuh perbankan syari’ah, perusahaan dan pengusaha2 muslim, seminar2 bisnis berbasis konsep islam.

Dalam bidang Sosial, banyak juga lembaga2 sosial berbasis konsep Islam terus bertumbuh.

Dalam bidang Budaya, jangan ditanya. Banyak juga orang yang mempelajari dan mengembangkan budaya berbasis pemikiran Islam.

Dalam hal Pertahanan dan Keamanan ?, ini dia masalahnya, yang umat Islam sepertinya kurang memperhatikan aspek ini. Berapa banyak umat Islam dalam satu RT yang mempelajari beladiri? memanah? Berlatih pedang? Berapa banyak umat Islam yang berlatih silat dalam satu desa?
Ketika berbicara bisnis, menghasilkan uang, banyak yang merespon untuk menjadi investor. Karena menghasilkan uang, uang dan uang. Alasannya adalah, dengan uang bisa berzakat, sedekah, bangun masjid. Betul itu.

Sama sekali tidak salah. Karena kekuatan finansial memang dibutuhkan. Ketika diajak berpolitik, masih ada umat yang mengampanyekan, gak usah berpolitik lah. Kita mah ibadah saja fokus. Padahal, kekuasaan di negri ini berada dalam sistem perpolitikan. Ketika orang2 jahat menguasai panggung politik, maka rakyat akan menjadi korban kebijakan politik. Pun ketika bicara beladiri. Sebagian umat masih mengatakan, jangan bicara jihad, nanti dikira radikal, olah raga biasa saja.

Mending goes, jogging, atau mending berenang, itu kan olah raga sunnah. Kalau memanah, nanti dituduh teroris. Kalau latihan pedang, nanti dituduh radikalisme, terorisme. Gak usah silat-silatan, gak usah bela diri – bela dirian, kita mah udah tua, sakit pinggang, rematik.

Jadi yang membuat Islam ini tidak disegani, karena umat ini seperti yang disabdakan Rasulullah SAW , “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Bayangkan!
Apabila ketika setiap muslim di rumah2 muslim yang jumlahnya ratusan juta muslim adalah para praktisi bela diri. Ahli panah, ahli pedang, apakah mereka berani seenaknya dengan santai membawa pisau kemudian menusuk ulama di depan umum?

Saat terjadi penusukan ulama, berapa banyak umat islam yang bereaksi keras terhadap tragedi tersebut? Bisa dihitung berapa persen yang bereaksi keras, biasa2 saja, atau santai2 saja.

Inilah pentingnya kekuatan Pertahanan dan Keamanan, yang apabila lemah, maka ulama mudah dikriminalisasi, ulama mudah dibunuh, Islam mudah diinjak2. Sebab ketika sebagian umat ini diajak untuk mengamalkan perintah Alloh untuk mengokohkan sistem pertahanan dan keamanan, sebagian umat ini lebih memilih upaya lainnya. Padahal Alloh SWT berfirman dalam ayat-Nya :

وَاَ عِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَا طِ الْخَـيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰ خَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْ ۚ لَا تَعْلَمُوْنَهُمُ ۚ اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْ ۗ وَمَا تُـنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَ نْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 60)

Maka, masuklah kedalam Islam secara menyeluruh, sebagaimana firman Alloh SWT :

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208)
Sudah semestinya ayat tersebut menjadi motivasi kita dalam menguatkan IPOLEKSOSBUDHANKAM dimana Ideologi, Politik, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan dibangun secara utuh dalam tubuh umat Islam, sehingga umat Islam tidak menjadi sasaran kriminalisasi dan tidak dituduh terroris.

Ayo kuatkan pertahanan dan keamanan umat, dengan terus berupaya secara berjama’ah membangun kekuatan umat, sebagai wujud ketaatan kepada Alloh SWT.

  Next Article

Waktu dan Kemerdekaan Dalam Kehidupan Manusia

Artikel lain

Open chat
1
Assalamu'alaikum, silahkan chat disini