Home Tulisan Lepas Pentingnya Konsumsi Makanan Halal

Pentingnya Konsumsi Makanan Halal

by admin

Pentingnya Konsumsi Makanan Halal

Alquran Surah Al-Baqarah [2] ayat 173,
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dari ayat tersebut, sudah jelas makanan apa saja yang diharamkan untuk dikonsumsi. Artinya, selain makanan yang disebutkan tadi, maka semuanya diperbolehkan.
Dalil tentang makanan yang diharamkan juga tercantum dalam Surah Al-Maidah [5] ayat 3:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala….”

Sementara, dalam hadits dari Abu Hurairah RA, dia berkata, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang yang beriman sebagaimana Ia memerintahkan kepada para Rasul-Nya dengan firman-Nya, ‘Wahai para Rasul! Makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian’. Kemudian beliau menyebutkan, ada seseorang yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kusut dan berdebu. Dia mengangkatkan tangannya ke langit seraya berkata, ‘Wahai Rabbku’, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.”
(HR Muslim).

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Kita semua tahu, hampir tidak ada orang yang bisa menahan dari lapar dan haus selama berhari-hari. Hal ini tentu menjadi indikasi bahwa makanan dan minuman sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Dalam Islam, mengonsumsi makanan dan minuman jelas telah diatur dalam Alquran dan Hadits.
Ada makanan yang dibolehkan untuk dimakan (halal), ada juga yang dilarang (haram).
Makanan yang halal adalah makanan yang dibolehkan untuk dimakan menurut ketentuan syariat Islam.
Hampir semua yang dapat dikonsumsi adalah halal, dan hanya sedikit yang diharamkan.

Makanan yang halal adalah makanan yang halal zatnya, halal cara memprosesnya dan halal cara memperolehnya. Makanan yang halal zatnya yaitu makanan yang tidak mengandung hal-hal yang diharamkan oleh Allah seperti darah, daging babi, bangkai, dan lainnya.

Kemudian, makanan yang halal cara memprosesnya yaitu makanan yang diproses dengan menyebut asma Allah. Lalu makanan yang halal cara memperolehnya yaitu makanan yang tidak diperoleh dari hasil mencuri, menjarah, menipu, ataupun korupsi.

Persoalan pola makan dan minum, Rasulullah sebagai teladan dalam mengamalkan syariat Islam memiliki standard halal dan haram sebagaimana digariskan dalam Alquran.
Semua makanan dan minuman boleh dikonsumsi selama memenuhi standard halal dan baik.
Karena Makanan halal menyehatkan badan seperti yang dicontohkan Rasulullah.
Sebagai contoh makanan yang sering dikonsumsi Rasulullah adalah madu, kurma, susu kambing, Zaitun

Dan …
Salah satu penyebab seseorang terkena penyakit adalah karena makanan. Biasanya, masyarakat Indonesia lebih berorientasi ‘kenyang’ dibanding sehat dalam pola makan sehari-hari. Padahal pola makan masyarakat yang tidak teratur dan tidak sehat menunjukkan masyarakat Indonesia mulai mengarah kepada gaya hidup tidak sehat.

Adanya larangan memakan makanan haram tentu memiliki manfaat besar bagi tubuh manusia. Misalnya agar tubuh terbebas dari penyakit-penyakit yang dibawa oleh makanan-makanan yang haram. Karena ternyata makanan yang diharamkan adalah makanan yang buruk.

Wallahu a’lam bishshowab

Tien Setiowati – Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan FORKAMMI

You may also like