Ustadz Adih Amin, Lc : Kehadiran Kita di Forkammi Dalam Rangka Ingin Berkontribusi untuk Umat dan Bangsa

by admin

Cikarang, Forkammi.com – Disela rapat kerja Forkammi Indonesia (FI) yang berlangsung di Subang, Ahad (24/12/22), pembina FI Ust. Adih Amin, Lc berkenan hadir melalui zoom meeting menyampaikan pesan yang sangat penting tentang kontribusi pengurus dalam organisasi, khususnya di FI.

“Kehadiran kita di Forkammi ini dalam rangka ingin berkontribusi untuk umat dan bangsa, karena sesungghunya banyak disebutkan dalam Al-Quran disebutkan diantaranya Surat Al-lail : 4-7, barangsiapa yang berkontribusi dalam landasan taqwa dan keimanan, maka Allah SWT akan mudahkan jalan baginya untuk bisa mencapai apa yang menjadi program dan targetnya. Kontribusi kita jadikan keyword ketika kita ada di sebuah organinasi, seperti halnya Forkammi, meski pusatnya di Cikarang tapi gemanya ada dimana-mana. Kontribusi ini kita jadikan sebagai cara pandang dalam beramal,” pesannya.

Lebih lanjut Adih Amin menggarisbawahi bahwa Forkammi adalah lembaga dakwah, bukan profit, sehingga hendaknya dijadikan sebaga sarana untuk berkontribusi memberikan sesuatu untuk umat dan bangsa. “Maka hal yang tidak boleh dilupakan adalah kita harus ikhlas, jangan pernah kepikiran kita hidup dari Forkammi, tapi berfikirlah bagaiman menghidupkan Forkammi, jangan pernah berkifir mengambil keuntungan,” katanya.

“Selain ikhlas harus cerdas, karena kerja pengurus Forkammi sama dengan membangun peradaban yang basenya masjid dan mushola, secara historis, masjid dan musholla adalah tempat membangun perdaban, maka diurus oleh orang-orang cerdas yang bisa membawa Forkammi menghadirkan kemanfaatan yang real oleh masjid dan musholla, sehingga setiap yang dilakukan oleh Forkammi menjadi sesuatu yang ditunggu oleh jama’ah masjid musholla (ngangenin), bukan hanya diinget saja,” tuturnya.

Adih Amin menekankan para pengurus untuk memaksimalkan peran kedalam, internal Forkammi. “Buatlah program yang mempersatukan masjid dan mushola yang real dirasakan, bidang bidang harus bergerak, ada program, ketua dan sekum mensupervisi, sehingga program benar-benar dirasakan manfaat masjid dan musholla.” Tutupnya. (humas)

Related Posts